Appraisal rumah untuk KPR rendah? Apa penyebabnya?

Appraisal rumah untuk KPR rendah? Apa penyebabnya?

Kitabantuin.com-Bagi Anda yang sekarang yang telah memiliki pekerjaan tetap dan sudah memiliki rumah, kemudian berencana untuk terus membeli tanah atau rumah lain sebagai bentuk investasi dengan menggunakan rumah Anda sendiri sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman penilaian aset sebagai jaminan untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Ada beberapa hal yang harus Anda Ketahui terlebih dahulu tentang penilaian sebuah asset sebagai agunan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Anda tahu bahwa hampir tidak mungkin memiliki rumah dengan membeli secara kontan. Beberapa orang mungkin bisa melakukannya, tetapi mereka pasti orang kaya. Namun, sebagian besar dari Anda harus melalui produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah)yang disediakan oleh bank untuk mendapatkan aset ini. Untuk ini, Anda dapat menggunakan rumah Anda sendiri sebagai jaminan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang akan Anda gunakan.

Tentu saja, ketika mengajukan permohonanKPR (Kredit Pemilikan Rumah), Anda harus terlebih dahulu melalui proses penilaian. Proses ini biasanya dilakukan oleh bank menggunakan layanan pihak ketiga, yaitu lembaga yang melakukan survei Properti yang akan berfungsi sebagai jaminan untuk produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Semakin baik penilaian, semakin tinggi dana yang akan Anda dapatkan.

Dengan kata lain, semakin tinggi kredit yang Anda dapatkan, semakin baik bentuk investasi (tanah / rumah) yang dapat Anda beli. Ingat bahwa sejumlah faktor dapat mengurangi nilai rumah Anda sebagai jaminan untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Berikut beberapa hal yang dapat mengurangi nilai penilaian rumah Anda:

  1. Akses ke rumah

Akses yang sangat terbatas atau cara kecil untuk mencapai rumah Anda akan menurunkan nilai rumah. Karena bank akan memberikan penilaian berdasarkan nilai jual kembali, itu juga akan melihat apakah rumah itu layak harga tinggi berdasarkan akses rumah.

Apa yang dapat Anda lakukan adalah mengatur pertemuan dengan semua tetangga Anda. Kemudian diskusikan pelebaran jalan di depan rumah dengan mendirikan halaman kecil yang akan berfungsi sebagai jalan.

     2. Bencana banjir

Jika rumah Anda berada di dataran rendah atau di daerah banjir, kami menyarankan Anda untuk segera mengurusnya. Rumah di daerah rawan banjir tidak akan bertahan lama, dan Anda juga akan menghabiskan lebih banyak uang untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat banjir. Tentu saja, bank tidak menginginkan jaminan yang rentan akan kerusakan.

Baca Juga: 8 Cara Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal
Baca Juga: Membuka Usaha dengan Modal Kecil

    3. Jarak dari TPS

TPS (tempat pembuangan sampah) yang terletak kurang dari satu kilometer dari rumah Anda akan mengurangi nilai aset. Rumah-rumah yang terletak di daerah yang berdekatan dengan pembuangan limbah akhir akan membuat daerah tersebut berbau tak sedap. Bahkan satu kilometer pun bukan jarak yang aman karena baunya dapat terbawa oleh angin dan membuat bau busuk bertahan selama berhari-hari.

Ini akan berdampak pada sedikit orang yang menginginkan rumah dan harga jual bisa turun drastis.

    4. Dekat pantai

Rumah langsung di depan pantai benar-benar indah. Tetapi ini juga mencakup risiko rumah yang di dekat pantai rentan terhadap erosi. Air laut adalah salah satu penyebab utama erosi.

Bank juga akan memperkirakan berapa lama sebuah rumah bisa bertahan. Akibatnya, rumah-rumah di dekat pantai umumnya akan sulit untuk disetujui oleh bank.

     5. Dekat sungai

Wilayah yang terletak 15 meter dari sungai atau terletak di tepiannya adalah area yang harus steril dari bangunan. Alasannya bervariasi dari mengurangi volume ruang saluran sungai, hingga ke perilaku buruk manusia yang tinggal di sekitar sungai (misalnya, membuang sampah ke sungai).

Fakta ini didasarkan pada peraturan manajemen DAS (Daerah Aliran Sungai) yang tidak dapat diisi dengan bangunan.

Baca Juga: 7 Wirausahawan Sukses di Indonesia
Baca Juga: Bisnis Online dengan Modal Kecil

    6. Termasuk dalam rencana tata ruang kota

Dalam perencanaan tata kota, kehadiran rumah di daerah tersebut kemungkinan telah melanggar hukum. Perencanaan kota,baik yang berusia 5 tahun dan 25 tahun, telah diadopsi oleh hukum.

Jika ada pelanggaran terhadap rencana kota, artinya keberadaan properti yang tidak seharusnya, pemilik properti kemungkinan besar akan memiliki gugatan untuk pelanggaran hukum.

Berdiskusi dengan konsultan Properti

Enam fakta di atas adalah fakta Properti yang memungkinkan mengalami penurunan nilai penilaian KPR (Kredit Pemilikan Rumah). oleh bank. Anda juga dapat mendiskusikan solusi terbaik dengan Konsultan properti tepercaya Anda.

Demikian semoga informasi ini dapat berguna bagi Anda yang akan meminta pinjaman atau kepada Anda yang mencari dan akan membeli tanah atau rumah.

Bantu Share ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *